Forum Pendidikan SMAN 1 Sumedang

 
Please login or register.


Author Topic: SEBUAH DOA UNTUK TANGAN MUNGIL  (Read 215 times)

Offline M Kalalo

  • Newbie
  • *
  • Posts: 1
    • View Profile
    • Email
SEBUAH DOA UNTUK TANGAN MUNGIL
« on: March 05, 2010, 08:03:49 PM »
SEBUAH DOA UNTUK TANGAN MUNGIL

Aku pulang…. Berteman hujan yang setia mengiringiku dalam derasnya sejak aku keluar dari Bis MS , Palasari memunggungi seolah menyambut dingin kehadiranku kembali , berjalan menyusuri trotoar basah, ada kerinduan yang menyesakan dada, dimana tangan mungil itu berada ? trotoar ini menjadi saksi ketika tangan mungil kupegang perlahan, namun diam…..
Kulewati Kampus ku  dengan tertunduk , ah.. desahku , berhenti sejenak kupandangi SMANSA , ada perasaan sedih menoreh kesadaran , senyum itu ada diantara noktah hati ini , kenapa harus berjumpa….
Hingga pelataran rumah , pintu gerbang yang lapuk yang benar-benar membuatku tersadar … Aku bisa pulang, menginjak tanah lahirku, memasuki rumahku yang cat temboknya sudah memudar , sepi…. dan menyaksikan wajah kedua orang tuaku yang berbilang bulan hanya sanggup kudengar suaranya, dengan gurat kepedihan rindu pada anaknya….
Kembali , di tanah lahirku itu pula aku diingatkan pada banyak hal yang menyesakkan. Aku memang yang memilih, hanya saja konsekuensinya berasa tidak adil untukku. Dia bisa datang dan pergi begitu saja, Aku seorang laki-laki yang gagal…..ketika dia ingin memastikan tautan hidupnya tiada pilihan lagi hanya diam seribu bahasa, terpekur antara keyakinan diri dan kesombongan yang meronta dalam kesenjangan waktu dan keadaan, tiada pilihan lain , sujudku kutumpahkan disepinya malam berlantai sajadah, kenapa ? adakah kesempatan untuk segenggam tangan mungil itu, kesadaran antara yang hakiki dan emosi berbaur dalam linangan doa.
Aku bisa menerima semua keinginannya, keinginanku hanyalah waktu dan kesempatan . Tapi sudahlah, tak ada gunanya juga berusaha membuat seorang manusia persegi mengerti kalau saat itu aku benar-benar tak mampu memikirkan hal lain untuk menahan tangan mungil itu  agar tetap bisa bertahan. Merenggut  mimpi melewati hari-hari bersama,  karena aku tetap akan berusaha meraih cita-cita dulu memperjuangkan nasibku .
Dalam pedih yang terus mencekat, aku hanya berharap tidak dibenci, aku tidak di benci, aku tidak dibenci, aku tidak dibenci. Dalam penghabisan segala kata untuk menjelaskan semuanya, aku sangat beharap tidak dibenci, aku tidak dibenci, aku tidak dibenci, aku tidak dibenci.
Kamu bukan seorang yang gagal , perjalananmu masih panjang nak ! , ibu membisikan kata-kata ketika kucium tangan yang telah membesarkanku dengan doa dan air mata ,  ada ketegaran hati dan kepasrahan .
Tuhan, kuatkan aku jalani hidupku tetap dijalanMu. Selebihnya, Skip-a-Long!!!

Aku mulai terbiasa menulis diiringi sebuah lagu yang sesuai dengan isi hatiku, menyulut inspirasi. Dan tulisan ini kutulis sambil mendengarkan lagu  Sebuah lagu di album terakhir  sebuah lagu yang memang kutujukan untuk sebuah nama, sebuah lagu penghabisan dan sebuah doa untuk tangan mungil

Selamat Jalan.......
« Last Edit: March 05, 2010, 08:09:28 PM by M Kalalo »

 



Facebook Comments

SimplePortal 2.3.2 © 2008-2010, SimplePortal