* *

Welcome, Guest. Please login or register.
Did you miss your activation email?

July 30, 2010, 01:53:32 AM

Login with username, password and session length
Members
Stats
  • Total Posts: 2605
  • Total Topics: 308
  • Online Today: 28
  • Online Ever: 265
  • (March 02, 2010, 06:26:13 PM)
Users Online
  • Users: 0
  • Guests: 21
  • Total: 23

SiteMap

Page Rank

Alexa

Online Clock

Powered
Powered by  MyPagerank.Net
SEO Monitor



Visitor
Counter Powered by  RedCounter

Increase your PageRank

free counters

Sponsored

Academic,  Learning & Educational Blogs - BlogCatalog Blog Directory

Pages: [1]   Go Down
Print
Author Topic: Film Drama " Hachi "  (Read 400 times)
STAFF
Wakasek Kurikulum
Sr. Member
*****
Offline Offline

Gender: Male
Posts: 299


View Profile Email
« on: February 19, 2010, 03:19:16 PM »

Film " Hachiko "

Richard Gere produces/ stars in "Hachik? Monogatari" remake



Titled "Hachiko: A Dog's Story" the story gets transplanted from early 20th-century Japan to early 21st-century America, but the basic plot remains the same. Gere will take on the Tatsuya Nakadai role of a college professor who takes in an abandoned puppy, but then passes away leaving the now grown dog to mourn and wait for its master until it dies too. Cheery!

"My Life as a Dog" and "What's Eating Gilbert Grape" director Lasse Hallström helmed the remake due out in the spring of 2009.
« Last Edit: February 19, 2010, 03:32:35 PM by STAFF » Logged
STAFF
Wakasek Kurikulum
Sr. Member
*****
Offline Offline

Gender: Male
Posts: 299


View Profile Email
« Reply #1 on: February 19, 2010, 03:24:37 PM »

Film Drama Hachi

kesetiaan dan pengabdian akan sesuatu yang kita cintai tidak akan pernah lekang oleh waktu hingga di akhir hidup kita





Film yang diangkat dari kisah nyata yang terjadi di Jepang, tentang seekor dogie dan majikannya.

Hachi, seekor dogie ras Akira, ditemukan dengan tidak sengaja oleh profesor, yg diperankan oleh Richard Gere. Dari yang tadinya hanya ingin menampung 1-2 hari, lalu akhirnya dipelihara dan tinggal di rumah profesor tersebut.

Kalau diceritakan lebih lanjut, jadi spoiler, jadi disarankan nonton langsung saja.
Chemistry antara Richard gere dan dogienya dapet. Walau saya kurang sukasama dialognya, terasa kurang dapat, ditambah akting dari cucu profesor yg juga ga dapet. Mungkin boleh coba nonton versi Jepangnya juga, sepertinya akan lebih mengharukan.
Overall it’s a good and touching movie. Akting terbaik datang dr dogienya. Melihat ekspresinya aja kita bisa terharu.

9/10 untuk ceritanya, dan 10/10 untuk Hachi, si dogie.
Apakah anda pernah memelihara dogie mulai dari kecil hingga besar ? Kalo anda menjawab iya, saya berani taruhan anda akan menangis saat melihat film ini, Hachiko: A Dog's Story.


Sebuah karya buat ulang dari film Jepang berjudul Hachiko Monogatari yang juga adalah kisah nyata dari kesetiaan seekor dogie di daerah Shibuya Jepang. Boleh saya katakan film ini sederhana, bagus, dan sangat menyentuh. Angkat topi buat sutradara Lasse Hallstrom yang piawai mengarahkan semua elemen yang terlibat dalam film drama keluarga ini. Kita dapat melihat dari sosok pandang  Hachi melalui warna-warna monokrom saat Hachi melihat adegan-adegan penting dalam film ini. Hachi benar-benar memiliki akting emosi yang bagus mengimbangi peran Richard Gere, Joan Allen dan pemain lain. Musik pengiring sepanjang film hanya berasal dari piano dan biola menambah unsur melankolis film berdurasi 93 menit ini. Dari awal sampai akhir kita diajak masuk ke persahabatan antara Prof Parker dan Hachi, alurnya sebenarnya datar-datar saja namun inilah yang menjadikan film ini bagus.


1/3 bagian

kita akan merasa gemas dengan si kecil Hachiko, 1/3 bagian kita akan merasa
gembira melihat Hachiko sudah besar dan 1/3 bagian kita akan dibuat menangis terharu melihat kesetiaan, pengabdian dan rasa sayang Hachiko akan tuannya.
Ronnie seorang siswa SD, sedang menyampaikan pendapatnya tentang siapa pahlawanya didepan teman sekelasnya. Hachiko adalah dogie milik kakek Ronnie yang dianggap sebagai pahlawan. Ronnie kemudian menceritakan tentang perjalanan hidup Hachiko.

1/3 awal

dogie berjenis Akita Inu tanpa nama ini diperlihatkan berasal dari negeri Jepang dan oleh seorang biksu, dogie kecil ini dikirimkan ke Amerika tanpa alamat yang jelas. Hingga sampailah dogie kecil ini di Bedridge Station sebuah stasiun kereta api lalu terlepas dan bertemu dengan Profesor Parker Wilson ( Richard Gere ) Akhirnya Prof. Parker memutuskan untuk membawa dogie kecil ini kerumahnya, dimulailah adegan-adegan lucu menggemaskan. Saat Prof. Parker sedang berduaan dengan Cate ( Joan Allen ) istrinya di ranjang tiba-tiba dogie kecil itu mengagetkan mereka berdua. Saat berada dikereta api dan saat Prof. Parker melatih balet mahasiswanya dogie kecil itu tampak mengikuti irama piano. Andy Wilson ( Sarah Roumer ) putri Prof. Parker juga akrab dengan dogie kecil itu. Hingga Ken ( Cary Hiroyuki Tagawa ) bisa membaca huruf kanji di kalung yang ada dileher dogie kecil itu dan memberi nama Hachi. Cate pada mulanya tidak begitu senang dengan hadirnya Hachi namun seiring waktu dan suatu kejadian akhirnya dapat menerima Hachi untuk ada di rumah mereka.
 
1/3 tengah

Hachi sudah menjadi besar dan tampak bersemangat. Suatu pagi saat Prof. Parker berangkat kekampusnya dengan naik kereta api, Hachi tiba-tiba melarikan diri dari kandangnya dan berniat untuk mengantar Prof. Parker sampai ke stasiun, pertama hal ini cukup merepotkan Prof. Parker namun akhirnya Hachi diijinkan untuk menemani Prof. Parker ke stasiun setiap pagi. Dan saat sore hari saat Hachi mendengar suara kereta api, Hachi segera berlari menuju stasiun terus duduk manis di bundaran depan pintu masuk stasiun untuk meyambut kedatangan tuannya. Di sekitar stasiun, Prof. Parker dan Hachi juga memiliki banyak teman Jess; penjual kopi , Carl; petugas stasiun, Mary Ann; pemilik toko buku dan orang-orang lainnya. Andy Wilson menikah dengan Michael, lalu hamil bakal bayi Ronnie, hal ini disambut gembira oleh Prof. Parker dan istrinya juga Hachiko. Diselingi oleh beberapa adegan lucu oleh Hachiko dan keluarga Parker. Hingga suatu hari saat Prof Parker mau berangkat bekerja, ada yang tak biasa ditunjukkan oleh Hachiko.

1/3 akhir

Hachi tampak ogah-ogahan mengantar Prof. Parker ke stasiun pagi itu. Hachi merasa ada sesuatu hal buruk akan terjadi. Saat Prof. Parker memanggil Hachi, Hachi malas menanggapi seolah-olah tak rela Prof. Parker meninggalkan rumahnya. Namun akhirnya Prof. Parker berhasil membujuk Hachi untuk mengantarnya ke stasiun dengan menggunakan umpan bola kesayangan Hachi. Sesampai di stasiun, seperti biasa Hachi segera disuruh pulang oleh Prof. Parker dan disinilah akhir perjumpaan Hachi dengan tuannya. Prof. Parker tiba-tiba meninggal saat memberikan mata kuliah piano didepan mahasiswanya. Hachi sore itu kembali menunggu Prof. Parker keluar dari pintu masuk stasiun, namun hingga malam hari Prof. Parker tak kunjung datang. Hachi tetap setia menunggu, sampai akhirnya Hachi di jemput oleh Andy dan dibawa pulang kerumahnya. Keluarga Prof. Parker tampak kehilangan sosok ayah dan suami yang hangat menyayangi keluarga. Pemakaman dilaksanakan namun  Hachi tidak menyadari kalo Prof. Parker sudah tiada. Saat sore hari mendengar suara kereta api dari kejauhan Hachi segera menuju stasiun, duduk manis ditempatnya menunggu kapan tuannya pulang. Pernah Hachi tinggal dirumah Andy dan menjaga Ronnie saat bayi, namun begitu ada kesempatan Hachi kabur dan kembali ke stasiun kereta api. Akhirnya Andy membiarkan Hachi untuk tinggal di stasiun Bedridge, Hachi mulai menghabiskan hari-harinya di Bedridge, mendapat makanan minuman dari Jess dan kawan-kawan. Sore jam lima Hachi selalu duduk dan menunggu kapan Prof. Parker kembali, malam harinya tidur dibawah lokomotif tua. Musim salju, semi, panas dan gugur dilalui Hachi dengan setia menunggu. Hal ini menarik seorang jurnalis untuk mengangkat artikel tentang Hachi dan memuatnya disebuah surat kabar. Akhirnya Ken mendatangi Hachi dan berbicara dengan bahasa Jepang mengatakan bahwa Prof. Parker telah tiada dan yakin bahwa Hachi tidak akan pernah meninggalkan tuannya. Menjelang akhir film Cate Wilson yang sudah pindah kota kembali kekota asalnya untuk berziarah ke makam suaminya dan menghampiri Hachi yang sedang duduk menanti Prof. Parker, Cate tampak kagum dan terharu melihat kesetiaan dan pengabdian Hachi akan sosok suaminya. Cate pun membuka album foto dan menceritakan hubungan antara suami dan dogienya kepada Ronnie. Di akhir film diperlihatkan Hachi kelelahan lalu tertidur dan bermimpi kembali mengenang semua tentang Prof Parker dan bertemu kembali dengan Prof. Parker.
Ronnie menutup ceritanya dengan kalimat "Aku tidak pernah bertemu dengan kakekku, ia meninggal saat aku masih dikandungan. Tetapi saat aku mendengar cerita tentang ia dan Hachi, aku seperti mengenal mereka. Mereka mengajarkan arti sebuah kesetiaan tentang seseorang yang dicintainya dan tak akan pernah meninggalkanya, itulah yang menjadikan Hachi pahlawan sejatiku". Tepuk tangan dari teman-teman Ronie menyambut akhir cerita ini. Lalu Ronnie pulang sambil berjalan dengan seekor dogie kecil menyusuri rel kereta api.

Akhirnya pesan moral positif dari Hachiko:

bahwa Hachi mencontohkan kesetiaan dan pengabdian akan sesuatu yang kita cintai tidak akan pernah lekang oleh waktu hingga di akhir hidup kita.
« Last Edit: February 19, 2010, 03:34:27 PM by STAFF » Logged
gyska_emond
Newbie
*
Offline Offline

Gender: Female
Posts: 39


gyskaadadisini
View Profile WWW Email
« Reply #2 on: February 19, 2010, 07:27:42 PM »

sediiiiiiiiiiiiih. :'((
Logged
gyska_emond
Newbie
*
Offline Offline

Gender: Female
Posts: 39


gyskaadadisini
View Profile WWW Email
« Reply #3 on: February 20, 2010, 12:42:40 PM »



nonton d you tube sekilas aja udah nangis..... 
T_T

Hachiiiii  hebat
Logged
Pages: [1]   Go Up
Print
Jump to:  

Modul

TIK
TinyPortal v.1.0.6 beta 2 © Bloc